BUKAN SEBERAPA BANYAK, TETAPI SEBERAPA BERMAKNA PAYTREN BUAT KEPENTINGAN UMAT....

BUKAN SEBERAPA BANYAK, TETAPI SEBERAPA BERMAKNA PAYTREN BUAT KEPENTINGAN UMAT....

Beberapa tahun silam di antara kita ada yang pernah menginjakkan kaki di tanah suci Mekkah, memandang Ka'bah dengan linangan air mata, dan hati yang berdebar penuh penghormatan kepada Baitullah yang mulia.
Seandainya di masa depan rezeki kita berlimpah, lalu memutuskan untuk membeli sebidang tanah dan rumah di kota Mekkah untuk kita menetap di sana, apakah hal ini lebih bagus?
Ternyata ulama menjawabnya tidak. Ya, bagi orang yang memang bukan asli dari Mekkah, tidak dianjurkan bercita-cita tinggal di sana.
Mengapa? Karena ulama mengetahui sifat manusia, seandainya mereka setiap hari bertemu Ka'bah, setiap waktu memandang masjid Al-Haram, dan setiap saat menginjak tanah suci, lambat laun mereka akan merasa biasa, dan semakin memudar rasa penghormatannya dibanding dahulu ketika mereka hanya bertemu sewaktu-waktu.
Jadi, dalam kasus ini intinya bukan pada seberapa banyak kita berjumpa Ka'bah, tetapi seberapa bermakna Ka'bah bagi diri kita.
Tahukah saudara, dalam hal postingan PAYTREN juga berlaku prinsip yang sama. Bukan pada seberapa banyak postingan yang sanggup kita kumpulkan, tetapi seberapa bermakna postingan tersebut utk orang lain
Bahkan praktisi di negara-negara barat kembali menegaskan hal ini. Seperti yang dikatakan Jean Baudrillard,
"We live in a world where there is more and more information, and less and less meaning."
Kita sekarang hidup di dunia yang semakin banyak informasi, tetapi semakin sedikit dan sedikit makna.
Ya, di sinilah kita tinggal. Dunia yang begitu mudah untuk mengakses postingan-postingan apapun yang kita inginkan. Dunia dimana kita bergabung dengan belasan channel Sosmed setiap hari, sampai pada titik terus baru kita sadari semua postingan tersebut belum kita praktekkan. Postingan-postingan tersebut hanya teronggok tanpa makna di dalam hati kita, didalam hp kita
Maka, saatnya berhenti menjadi kolektor. Mulailah menjadi eksekutor. Faktanya kita tidak membutuhkan koleksi postingan terlalu banyak. Yang kita perlukan justru mengeksekusi postingan tersebut di kehidupan sehari-hari dengan Action dan Action lagi setiap wktu, dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun
Insyaa Allah Closing akan menghampiri kita
Sebuah handphone yang penuh dengan tulisan-tulisan postingan, tetapi pemiliknya tidak tergerak mengamalkan/ memposting ke Sosmed, jangan-jangan nanti yang Closing handphonenya, bukan pemiliknya hehehe....
Manfaatkan Hp android kamu untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari sebuah aplkasi bayar bayar yaitu aplikasi Paytren namanya.
Salam Hijrah.
Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!
Semangat untuk Action
Salam Sukses Berjamaah